Angka Stunting di Pasaman Turun Jadi 19,6 Persen Per Akhir 2020

Angka Stunting di Pasaman Turun Jadi 19,6 Persen Per Akhir 2020
Pertemuan Tim Koordinasi Stunting Kabupaten Pasaman

PASAMAN-Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengatakan bahwa sudah ada penurunan prevalensi stunting dari tahun ketahun mulai dari Tahun 2013 sampai dengan akhir Tahun 2020 ini.


Bupati Pasaman, Yusuf Lubis melalui Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, dr. Rahadian Suryanta Lubis mengatakan hingga akhir tahun 2020 ini angka prevalensi stunting di Pasaman turun menjadi 19, 6 persen.


"Berdasarkan hasil penimbangan bulan Agustus Tahun 2020 pada aplikasi e-PPGBM menunjukkan prevalensi balita stunting di Kabupaten Pasaman sudah mengalami penurunan menjadi 19, 6% dari 20, 1% pada Tahun 2019 lalu, " terang dr. Rahadian Suryanta Lubis di Lubuk Sikaping penghujung akhir tahun 2020, Selasa (29/12/2020).


dr. Rahadian mengatakan bahwa dari data Riskesdas tahun 2013 menemukan prevalensi balita stunting di Kabupaten Pasaman 55, 2 persen di Pasaman.


"Namun sudah turun menjadi 19, 6 persen berdasarkan hasil penimbangan massal Tahun 2020. Faktor determinan yang memerlukan perhatian adalah masih tingginya jumlah balita stunting yang tidak memiliki jaminan kesehatan, Jamban sehat dan anggota keluarga yang merokok, " tambahnya.


Faktor determinan yang paling tinggi kata dia adanya anggota rumah tangga balita merokok pada 2.254 balita stunting. Selain itu faktor determinan yang tertinggi kedua adalah tidak punya jaminan kesehatan dan yang ketiga adalah ketersediaan jamban sehat dirumah balita stunting.


"Masih adanya anggota rumah tangga merokok akan berisiko terhadap tingginya angka penyakit pernafasan pada balita sehingga akan memperberat terjadinya masalah gizi. Tingginya balita yang belum mempunyai jaminan kesehatan berkaitan dengan ketersediaan dokumen kependudukan keluarga balita stunting tersebut dan juga sebagian penduduk belum mampu membayar atau menunggak pembayaran sehingga tidak mendaftarkan balita pada JKN atau keanggotaan PBI kadang tidak tepat sasaran, " katanya.


Perilaku yang tidak sehat seperti tidak mempunyai jamban sehat, akses air bersih kurang dan belum imunisasi lengkap, serta kecacingan dapat menyebabkan penyakit diare berulang, Untuk itu perlu perhatian intervensi gizi sensitive dari lintas sector terkait dalam menangani masalah stunting pada balita.


"Dari data yang kami temukan dapat dilihat kelompok sasaran yang berisiko yaitu balita yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap dan mempunyai penyakit penyerta sehingga akan berisiko meningkatkan stunting dan gizi kurang pada balita. Kemudian juga diketahui kejadian stunting pada balita  juga berhubungan dengan riwayat status gizi ibu selama hamil, 383 orang balita stunting lahir dari ibu dengan riwayat kurang energy kronis pada masa hamilnya, " katanya.


Penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik untuk balita stunting oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, diupayakan terlaksana dengan maksimal terutama yang menyasar pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 


"Edukasi gizi seimbang pada masyarakat, pemberian makanan tambahan baik untuk ibu hamil maupun balita, mengaktifkan kelas ibu, kelas ibu balita, kunjungan balita diposyandu, konseling gizi dan kesehatan oleh bidan desa dan kader yang sudah dilatih tentang Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) dan suplementasi gizi berupa Vitamin A, Obat Cacing dan Tablet Tambah darah untuk Ibu hamil dan remaja putri, " katanya.


Wujud promosi dari Dinas Kesehatan untuk cegah stunting dan meningkatkan cakupan layanan pada rumah tangga 1.000 HPK adalah dengan meluncurkan pesan sehat PINTAR pada Tahun 2018 yang merupakan singkatan dari PINTAR.


"P   :   Periksa kehamilan secara rutin dan bersalin di fasilitas kesehatan

I   :   Ingat tablet tambah darah untuk ibu hamil  dan remaja putrid.

N  :   Nutrisi yang cukup dengan gizi seimbang

T   : Tuntaskan ASI ekslusif sampai bayi usia 6 bulan

A   :   Ayo imunisasi balita secara lengkap dan gunakan jamban sehat

R   :   Rutin ke Posyandu untuk pantau pertumbuhan dan perkembangan balita

Pesan sehat ini juga sudah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Pasaman Nomor 24 Tahun 2019 Tanggal 22 Mei 2019, dengan harapan apabila perilaku ini diterapkan oleh setiap masyarakat Kabupaten Pasaman prevalensi stunting pada balita akan turun, " katanya.


Peran intervensi sensitif dari Organisasi Perangkat Daerah terkait stunting juga sangat penting seperti memberikan Pendidikan Gizi Masyarakat, Edukasi Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja dan Penyediaan Jaminan Kesehatan Nasional oleh Dinas Kesehatan; pembangunan sarana sanitasi dan air bersih di lokus stunting oleh Dinas PUPR.


"Fasilitasi dokumen kependudukan oleh Dinas Catatan Sipil; Rehab rumah keluarga balita stunting oleh Dinas Sosial dan Dinas Lingkungan Hidup dan PRKP; Pemanfatan Lahan Pekarangan oleh Dinas Pangan; Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana, Pelayanan Kesehatan Seksual dan Kesehatan Reproduksi, Ketahanan Keluarga dan Pola Asuh Anak oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; Pendidikan Anak Usia Dini dan Kelas Parenting oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; dan Bantuan dan Jaminan Sosial bagi keluarga stunting miskin serta Program Keluarga Harapan oleh Dinas Sosial, " katanya.


Disamping peran pemerintah kabupaten, peran pemerintah kecamatan dan nagari juga sangat penting dalam intervensi stunting. Perlu dukungan dari dana desa untuk mengaktifkan kegiatan posyandu dengan menyediakan sarana dan prasarana sesuai standard, Makanan Tambahan Posyandu sesuai sasaran, Pelaksanaan Pos Gizi, Pelatihan Kader serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menyediakan makanan dari pangan lokal yang dapat meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita di Nagari masing masing.


"Dimana terdapat 10 Nagari yang ditetapkan sebagai lokus yaitu: Nagari Ladang Panjang, Binjai, Malampah, Koto Kaciak, Ganggo Hilia, Panti, Cubadak, Simpang Tonang, Muaro Sungai Lolo dan Koto Rajo. Kedepan akan terus dilakukan berbagai upaya komprehensif dalam menekan angka stunting di Pasaman ini, " tutupnya.

(nst)

PASAMAN
Heri Nasution

Heri Nasution

Previous Article

Syahrizal Yusuf Kembali Terpilih Aklamasi...

Next Article

Dikunjungi Sabar AS, Korban: Kedatangan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Andi Gunawan Riothallo

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Postingan Bulan ini: 13

Postingan Tahun ini: 40

Registered: Apr 23, 2021

Rikky Fermana

Rikky Fermana

Postingan Bulan ini: 12

Postingan Tahun ini: 15

Registered: May 8, 2021

Agung Setiyo

Agung Setiyo

Postingan Bulan ini: 9

Postingan Tahun ini: 9

Registered: Apr 11, 2021

Riyan Permana Putra

Riyan Permana Putra

Postingan Bulan ini: 8

Postingan Tahun ini: 29

Registered: Feb 26, 2021

Profle

Rikky Fermana

Innalillahi, Seluruh Keluarga Besar FPII Bukittinggi - Agam Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Ibunda Pimred Banua Minang
Ketua KNPI Barru Soroti Dampak Lingkungan PT Bomar
Nelayan Pangandaran Yang Hilang  Akibat Laka Laut Ditemukan TIM SAR
Ke Masjid Masih Gunakan Senter, Masyarakat Nagari Aro Kandikia di  Kabupaten Agam Butuh Perhatian Pemerintah

Follow Us

Recommended Posts

Takut Informasi Anggaran Bocor, Proyek P3ATGAI di Kambang Timur Dikerjakan Tanpa Papan Informasi, Kepala Kampung Disebut Sebagai Ketua P3A
Ke Masjid Masih Gunakan Senter, Masyarakat Nagari Aro Kandikia di  Kabupaten Agam Butuh Perhatian Pemerintah
Kapolsek Tilatang Kamang Rommy Hendra Pimpin Langsung Penyemprotan Disfektan di Gadut
Polres Bukittinggi Lakukan  Penyemprotan Untuk Antisipasi Penyebaran Covid 19
Innalillahi, Seluruh Keluarga Besar FPII Bukittinggi - Agam Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Ibunda Pimred Banua Minang

Random Posts