Dari Polisi ke Politisi Bag.17

Dari Polisi ke Politisi Bag.17

PESSEL-Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Tapi, setiap pribadi berhak merancang masa depannya dengan usaha dan ikhtiar.

Hendrajoni memupuk spirit tak ada yang bisa merubah nasib, kecuali usaha keras dan sungguh-sungguh.

Sejak ia memutuskan merantau, anak muda itu tak ingin menoleh kebelakang. Tatapannya menembus masa depan. 

Karatau madang dihulu
Babuah babungo balun
Marantau bujang dahulu
Dikampuang paguno balun.

Bahkan ketika sudah mengenakan uniform Polri, ia hanyalah prajurit biasa. Rutinitas biasa. Hanya saja dalam pekerjaan ia tak mau biasa-biasa saja.

"Orang lain memgerjakan 5, saya 7 atau 8." jelasnya.

Prinsip yang selalu ia bawa kamanapun ditugaskan. 

"Berpantang tugas tak selesai, dikasih sebulan, 2 minggu selesai" paparnya.

Ia begitu gigih, dari itulah banyak pekerjaan yang kemudian dipercayakan. Karena setiap pimpinan pasti ingin anak buah yang loyal dan kompeten.

"Saya yakin setiap yang dikerjakan dengan nawaitu yang baik maka hasilnya baik" ujarnya.

Maka, menurutnya, setiap organisasi baik formal maupun informal butuh anggota yang mau bekerja keras.

"Tanpa kinerja, maka pimpinan tak akan melirik kita" jelasnya.

(Bersambung...)