Hati-hati, Bawaslu Pessel Sebut Kepala Kampung Termasuk Pihak yang Dilarang Ikut Mendukung Paslon 

Hati-hati, Bawaslu Pessel Sebut Kepala Kampung Termasuk Pihak yang Dilarang Ikut Mendukung  Paslon 

PAINAN- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mengimbau semua pihak ikut serta dalam mengawal dan tertibnya pelaksanaan Pilkada 2020 tanpa pelangaran di daerah itu.

Kordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Pessel, Ariski Elfandi mengajak, semua harus memahami betul tentang metode kampanye serta larangan yang telah diatur dalam perundang-undangan. Sebab, dengan itu akan sulit terlaksana dengan baik.

"Ini kita harapkan juga pada teman-teman media bisa membatu menyosialisasikan pada masyarakat, " ungkapnya sela sosialisasi pengawasan kampanye pada Pilkada 2020, Jumat (25/9/2020) di hannah hotel.

Ia menjelasakan, sejauhmana tentang metode dan larang kampanye masih banyak pihak dan masyarakat yang tidak memahami aturan tersebut dengan baik, termasuk para kepala kampung dari perangkat nagari atau desa yang dilarang dalam mendukung Paslon.

"Ya, karena Kepala Kampung merupakan pelaksana wilayah dari perangkat desa atau nagari. Sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 10 tahun 2016, mereka termasuk pihak yang dilarang dalam aturan tersebut, "jelasnya.

Menurutnya, pelarangan keterlibatan wali nagari yang termasuk kepala kampung sebagai perangkat desa, itu berlaku sama dengan netralitas seorang ASN.

Diketahui keterlibatan ASN dalam metode kampanye atau mendukung Paslon, tidak hanya dilarang ikut serta dalam kegiatan tertentu. Namun, juga dilarang melakukan sosialisasi dengan komen, like dan meng-share di media sosial.

"Ya, bisa berlaku pada siapapun (termasuk kepala kampung dan pihak yang dialrang lainya. Kalau itu dilanggar Bawaslu siap untuk memproses, " ujarnya.

Ia berharap, semua pihak untuk betul-betul memahami setiap aturan demi tercipta Pilkada yang aman dan damai tanpa pelanggaran.